Isilah perahumu

 

Ketika menaruh muatan di kapal, yakinlah bahaya sedang melintang
sebab kau tak tahu, apakah kapal akan tenggelam,
ataukah selamat tiba di daratan

 

( Jalaluddin Rumi )

 

Ketika seseorang hendak berlayar, segala kebutuhan telah dimuat di lambung kapal, meski ia hebat memprediksikan bahaya-bahaya yang akan ia lalui, namun kesiapan menghadapi hal lebih buruk dari yang diperkirakan haruslah tertanam, hal tersebut merupakan kesiapan mental seorang pelaut sejati,
seorang pengembara hidup yang tangguh, adalah orang yang telah mengisi jiwanya dengan pengetahuan akan ketuhanan (ma’rifatullah), hingga segala badai dan ombak cobaan hidup tak membuat ia bergeming merindukan tuhannya,

Beda halnya jika seseorang yang memulai petualangan hidupnya tampa bekal pengenalan pada tuhannya, ia selalu merasa sendiri daam keramaian, merasakan kesepian dan kesedihan, dan berusaha menghibur dirinya dengan keindahan lautan hidup, hingga ia tenggelam dan tak muncul kepermukaan, jika memandang lepas lautan, tak ada hal lain selain kehampaan di depan mata, bahkan terkadang badai gelap yang menakutkan, begitulah kehidupan, yang ujung dari perjalanan dunia materi ini adalah kebinasaan, berlayar dalam kehidupan tampa mengisi dada ini dengan pengetahuannya, membuat hidup ini hampa, hingga tak ada pilihan selain menghibur diri dengan tampa takut norma-norma agama, menghibur diri dalam kefanaan kebahagiaannya saat meneguk anggur, dan wanita,

Hingga ia benar-benar semakin terjebak gelimang kehidupan, tenggelam dalam lautan indah, penuh karang-karang menawan dan mahluk-mahluk cantik lainnya, hingga ia terus menyelami kedalaman lautan kehidupan materi dan semakin dalam ia tenggelam, semakin indah apa yang ia lihat, hingga ia benar-benar tenggelam dan tersadar saat ia telah kehabisan nafas kehidupannya, namun ia telah begitu jauh dari permukaan air untuk ingin menyambung kehidupan.

Saya rasa analogi diatas dapat menggambarkan kehidupan realita kita, tuhan memang sangat indah, hingga segala ciptaannya begitu indah, membuka mata, dan melihat cahaya sebenarnya, kan menyingkap ruh dari keindahan yang selama ini menipu, sebab ruh dari segala wujud keindahan itu, adalah tuhan yang berada dibalik seluruh keindahan.

 

Iklan
By ahmadmuhajir3angels Posted in Motivasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s